<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>M. Firmansyah.Msi - Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Mataram</title>
	<atom:link href="http://firmansyahntb.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://firmansyahntb.wordpress.com</link>
	<description>Ide, Argumentasi, dan Kritik yang Konstruktif Tentang NTB</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Jul 2010 13:40:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='firmansyahntb.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/17945f407d754729b65f257e842d3afd?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>M. Firmansyah.Msi - Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Mataram</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://firmansyahntb.wordpress.com/osd.xml" title="M. Firmansyah.Msi - Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Mataram" />
	<atom:link rel='hub' href='http://firmansyahntb.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SYARAT TINGGAL DI NEGERI KAFIR</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/06/10/syarat-tinggal-di-negeri-kafir/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/06/10/syarat-tinggal-di-negeri-kafir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 00:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Apakah hukumnya tinggal di negeri kafir? Jawaban: Tinggal di negeri kafir merupakan bahaya besar terhadap agama seorang muslim, akhlak, perilaku, dan adabnya. Kami telah menyaksikan, begitu juga selain kami, banyak penyimpangan dari orang-orang yang tinggal di sana, setelah ia kembali tidak seperti saat kepergiannya. Mereka pulang menjadi fasik, sebagian mereka pulang menjadi murtad dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=116&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan</strong>: Apakah hukumnya tinggal di negeri kafir?</p>
<p><strong>Jawaban</strong>: Tinggal di negeri kafir merupakan bahaya besar terhadap agama seorang muslim, akhlak, perilaku, dan adabnya. Kami telah menyaksikan, begitu juga selain kami, banyak penyimpangan dari orang-orang yang tinggal di sana, setelah ia kembali tidak seperti saat kepergiannya. Mereka pulang menjadi fasik, sebagian mereka pulang menjadi murtad dari agamanya, kafir dengan islam dan semua agama (kita berlindung kepada Allah SWT) sampai ia mengolok-olok agama dan para pemeluknya yang terdahulu dan yang kemudian. Karena sebab inilah, seharusnya, bahkan wajib menjaga diri dari hal itu dan meletakkan syarat-syarat yang menghalangi terjerumus dalam kondisi seperti itu. Tinggal di negeri kafir harus mempunyai dua syarat utama:<span id="more-116"></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Syarat pertama</strong>: dia aman terhadap agamanya, di mana ia mempunyai ilmu, iman, semangat kuat untuk tetap teguh di atas agamanya, berhati-hati terhadap penyimpangan dan kesesatan. Dan hendaklah ia menyembunyikan permusuhan terhadap orang-orang kafir dan membenci mereka, menjauhkan diri dari sikap loyal dan cinta terhadap mereka yang bisa me<em>nafi</em>kan iman. Firman Allah SWT:</p>
<p>لاَّتَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخَرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ</p>
<p><em>Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. (QS. al-Mujadilah:22)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dan firman Allah SWT:</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَآءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ . فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضُ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةُ فَعَسَى اللهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَآأَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ</p>
<p><em> </em><em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu </em><em>mengangkat</em><em> orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. </em><em>Barangsiapa di antara kamu mengangkat mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. </em><em>*</em><em> Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-oang munafik) bersegera mendekati mereka (yahudi dan Nasrani), seraya berkata:&#8221;Kami takut akan mendapat bencana&#8221;. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. (QS. al-Maidah:51-52).</em></p>
<p>Disebutkan dalam hadits yang shahih, sesungguhnya siapa yang mencintai suatu kaum maka ia termasuk dari mereka:</p>
<p>اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ</p>
<p>&#8220;<em>Seseorang bersama orang yang dia cintai</em>.&#8221;<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Dan mencintai musuh-musuh Allah SWT merupakan bahaya terbesar terhadap seorang muslim, karena mencintai mereka merupakan kunsekuensi menyetujui dan mengikuti mereka, atau setidaknya tidak mengingkari mereka. Karena itulah Nabi bersabda yang maksudnya: &#8220;<em>Barangsiapa yang mencintai suatu kaum maka ia termasuk dari mereka</em>.&#8221;<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p><strong> Syarat kedua</strong>: bahwa ia bisa menampakan agamanya, di mana ia bisa melaksanakan syi&#8217;ar-syi&#8217;ar islam tanpa ada halangan. Ia tidak dihalangi mendirikan shalat, Jum&#8217;at, dan shalat jama&#8217;ah, jika ada orang yang shalat berjamaah dan yang mendirikan shalat Jum&#8217;at. Tidak dihalangi melaksanakan zakat, puasa, haji dan selainya yang merupakan syi&#8217;ar agama. Jika ia tidak bisa melaksanakan hal itu berarti ia tidak boleh menetap karena saat itu ia wajib melakukan hijrah.</p>
<p>Ibnu Quddamah <em>rahimahullah</em> berkata dalam al-Mughni (hal. 457 juz 8) dalam membicarakan pembagian manusia di dalam hijrah: salah satunya: orang yang wajib atasnya, yaitu orang yang mampu melakukannya, ia tidak bisa menampakan agamanya, tidak bisa melaksanakan kewajiban agamanya serta tinggal di antara orang-orang kafir. Orang seperti ini wajib melakukan hijrah berdasarkan firman Allah SWT:</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلاَئِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي اْلأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُوْلاَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَآءَتْ مَصِيرًا</p>
<p><em>Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya:&#8221;Dalam keadaan bagaimana kamu ini&#8221;. Mereka menjawab:&#8221; kami Adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)&#8221;. Para malaikat berkata:&#8221;Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu&#8221;. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali, (QS. an-Nisaa`:97)</em></p>
<p>Ini merupakan ancaman berat yang menunjukkan bahwa berhijrah hukumnya wajib, dan karena melaksanakan kewajiban agamanya merupakan kewajiban bagi yang mampu atasnya. Dan hijrah merupakan kesempurnaan kewajiban dan sesuatu yang tidak sempurna kewajiban kecuali dengannya maka hukumnya wajib.<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Setelah dua syarat utama ini terpenuhi, tinggal di negeri kafir ini terbagi beberapa bagian:</p>
<p><strong>Bagian pertama</strong>: Dia tinggal untuk berdakwah bagi Islam dan mendorongnya. Ini termasuk salah satu jenis jihad dan hukumnya fardhu bagi yang mampu melakukannya dengan syarat dakwah bisa terlaksana dan tidak ada yang menghalangi darinya atau dari menerima dakwahnya, karena dakwah bagi agama Islam termasuk kewajiban agama dan ia merupakan jalan semua Rasul. Dan Nabi menyuruh berdakwah di setiap waktu dan tempat dalam sabdanya SAW:</p>
<p>بَلِّغُوْا عَنِّي وَلَوْ آيَةً</p>
<p>&#8220;<em>Sampaikanlah dariku, kendati hanya satu ayat</em>.&#8221;<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p><strong>Bagian kedua</strong>: Ia menetap untuk mempelajari keadaan orang-orang kafir, mengenal kerusakan akidah, kebatilan ibadah, sirnanya norma dan akhlak mereka, agar manusia terhindar dari tipu daya mereka, dan untuk menjelaskan kepada para pengagum mereka hakikat kondisi mereka. Menetap seperti ini pun termasuk jihad karena dampak positifnya untuk memperingatkan terhadap bahaya orang-orang kafir yang mengandung dorongan terhadap agama islam dan petunjuknya, karena kerusakan kufur merupakan dalil kebaikan Islam. Seperti dikatakan: Dengan lawannya jelaslah segala sesuatu. Akan tetapi dengan syarat terealisasinya keinginannya tanpa berdampak kerusakan lebih besar darinya. Jika tidak terwujud keinginannya, seperti dilarang mempublikasikan kondisi mereka, maka tidak ada gunanya menetap di negara mereka. Dan jika keinginannya bisa terwujud disertai kerusakan yang lebih besar, seperti mereka membalas perbuatannya dengan mencela Islam, Rasul Islam, dan para pemimpin Islam, maka wajib menahan diri, berdasarkan firman Allah SWT:</p>
<p>وَلاَتَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللهِ فَيَسُبُّوا اللهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلٍّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</p>
<p><em>Dan janganlah kamu memaki sesembahan mereka selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jaidkan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb mereka kembali, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. al-An&#8217;aam:108)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Selain hal diatas bahwa ia menetap di negeri kufur untuk menjadi mata-mata kaum muslimin, sehingga kaum muslimin berhati-hati terhadap mereka. Sebagaimana Rasulullah SAW mengutus Huzaifah bin Yaman RA kepada kaum musyrikin dalam perang Khandaq untuk mengetahui berita mereka.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagian ketiga</strong>: Menetap untuk keperluan negara Islam, membina hubungan bersama negara kafir seperti pegawai kedutaan, maka hukumnya sama seperti hukum orang yang menetap karenanya. Dalam hal kebudayaan misalnya, ia bertugas  menjaga para siswa, mengawasi mereka, mendorong mereka untuk konsekuwen di atas agama Islam, akhlak dan adab-adabnya. Maka dia menetap bisa memperoleh kebaikan yang banyak dan menghindari kejahatan yang besar.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagian keempat</strong>: Menetap untuk keperluan pribadi yang dibolehkan, seperti berdagang dan berobat, maka dibolehkan menetap sekadar kebutuhan. Para ulama <em>rahimahumullah</em> menegaskan bolehnya memasuki negeri kafir untuk keperluan perdagangan dan hal itu diriwayatkan dari sebagian sehabat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagian kelima</strong>: menetap untuk belajar, ia termasuk jenis sebelumnya, menetap untuk keperluan, akan tetapi ia lebih berbahaya dari sebelumnya terhadap agama dan akhlak orang yang menetap. Sesungguhnya siswa merasa rendah kedudukannya dan ketinggian derajat pengajarnya. Karena itu terjadi pengagungan mereka, tunduk terhadap pendapat, pemikiran dan perilaku mereka. Lalu ia meniru mereka kecuali orang yang dipelihara Allah SWT, dan mereka hanya sedikit. Kemudian, siswa merasakan kebutuhannya terhadap pengajarnya, maka hal itu membawa kepada mengasihinya padahal ia melakukan penyimpangan dan kesesatan. Di tempat belajarnya, ia mempunyai sahabat dan teman dekat yang dia cintai dan loyal kepada mereka. karena bahaya yang besar ini maka harus menjaga diri lebih dari sebelumnya, maka ada tambahan syarat selain dua syarat sebelumnya.:</p>
<p><strong>Syarat pertama</strong>: siswa sudah mempunyai kematangan jiwa yang bisa membedakan antara yang bermanfaat dan berbahaya, dan memikirkan masa depan yang jauh. Adapun mengutus anak muda &#8216;yang berusia muda&#8217;, mempunyai akal yang pendek, maka hal itu sangat berbahaya terhadap agama, akhlak dan perilaku mereka. Kemudian mereka berbahaya terhadap umat yang mereka akan kembali kepadanya, menyebarkan racun yang mereka ambil dari orang-orang kafir, seperti yang sudah terjadi. Kebanyakan utusan itu kembali tidak seperti saat mereka pergi, pulang dalam keadaan menyimpang dari agama, akhlak dan perilaku mereka. Bahayanya menimpa mereka dan masyarakat  dalam perkara ini seperti yang sudah terjadi. Mengutus mereka sama seperti menyuguhkan kambing kepada anjing pemangsa.</p>
<p><strong>Syarat kedua</strong>: siswa harus mempunyai bekal ilmu syari&#8217;at yang dia bisa membedakan antara yang hak dan batil, melawan kebatilan dengan kebenaran agar dia tidak tertipu dengan kebatilan mereka. Ia mengiranya benar, atau samar atasnya, atau lemah melawannya. Dan dalam doa yang ma&#8217;tsur: &#8220;<em>Ya Allah, perlihatkan kepadaku kebenaran itu adalah benar dan berilah aku rizqi untuk mengikutinya. Dan perlihatkanlah kebatilan itu adalah batil dan berilah aku karunia untuk menghindarinya, dan jangan Engkau jadikan samar atasku maka aku menjadi tersesat.</em>&#8220;<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p><strong>Syarat ketiga</strong>: siswa itu harus mempunyai agama yang bisa menjaganya dari kufur dan fasik. Maka yang lemah agamanya tidak bisa selamat tinggal di sana kecuali Allah SWT berkehendak lain. hal itu karena begitu kuatnya penyerang dan lemah perlawanan. Sebab-sebab kufur dan fasik di sana sangat kuat, banyak dan beraneka ragam, apabila mendapatkan tempat yang lemah perlawanannya ia melakukan aktivitasnya.</p>
<p><strong>Syarat keempat</strong>: Kebutuhan terhadap ilmu pengetahuan yang dia menetap karenanya, yaitu dalam belajarnya merupakan kebaikan bagi kaum muslimin dan tidak ada di sekolah-sekolah di negerinya. Jika termasuk ilmu yang tidak dibutuhkan dan tidak ada manfaatnya bagi kaum muslimin, atau di negara islam ada sekolah yang setara, ia tidak boleh tinggal di negeri kafir untuk belajar ilmu itu, karena tinggal di negeri kafir merupakan bahaya besar terhadap agama dan akhlak, membuang-buang harta tanpa faedah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagian keenam</strong>: tinggal untuk menetap terus-menerus, ini lebih berbahaya dari sebelumnya, karena berakibat kerusakan dengan ikhtilath yang sempurna dengan orang-orang kafir dan merasa bahwa ia adalah warga negara, menuruti peraturan negara berupa cinta, loyal dan memperbanyak jumlah orang-orang kafir. Keluarganya terdidik di antara orang-orang kafir, lalu mengambil akhlak dan adat istiadat mereka, terkadang meniru mereka dalam akidah dan ibadah. Karena itulah disebutkan dalam hadits:</p>
<p>مَنْ جَامَعَ الْمُشْرِكَ وَسَكَنَ مَعَهُ فَإِنَّهُ مِثْلَهُ.</p>
<p>&#8220;<em>Barangsiapa yang bergabung dengan orang musyrik dan tinggal bersamanya, maka sungguh ia sama sepertinya</em>.&#8221;<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Maka bagaimana jiwa yang beriman bisa merasa tenang tinggal di negeri orang-orang kafir, dinyatakan padanya syi&#8217;ar-syi&#8217;ar kufur, hukum kepada selain Allah SWT dan rasul-Nya, sedang dia menyaksikan hal itu dengan mata kepalanya dan mendengar dengan kedua telinganya, serta ridha dengannya? Bahkan ia bersandar kepada negara itu dan tinggal di dalamnya bersama keluarga dan anak-anaknya, merasa tenteram kepadanya sebagaimana merasa tenteram di negari kaum muslimin. Padahal perbuatan itu mengandung bahaya besar terhadap dirinya, keluarga dan anak-anaknya dalam agama dan akhlak mereka.</p>
<p>Inilah hukum tinggal di negeri kufur, kami memohon kepada Allah SWT agar sesuai kebenaran.</p>
<p>Syaikh Ibn &#8216;Utsaimin –Majmu Fatawa dan Rasail (3/25)</p>
<p>Sumber artikel: <cite>d1.islamhouse.com/data/id/ih&#8230;/id_<strong>syarat</strong>_tinggal_di_<strong>negeri</strong>_kafi.doc</cite></p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Al-Bukhari 6168, Muslim 2640 dari hadis Ibnu Mas&#8217;ud, dan al-Bukhari 6170 dan Muslim 2641 dari hadits Abu Musa rad. Dan dengan makna yang sama: al-Bukhari 6171 dan Muslim 2639 dari hadits Anas rad.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Ath-Thabrani dalam al-Kabir 3/19 (2519) dari hadits Abu Qurshafah rad dengan lafazh: &#8220;Barangsiapa yang mencintai satu golongan niscaya Allah swt menggiring mereka dalam golongan mereka. Berkata dalam Majma&#8217; az-Zawaid (10/281) dan dalam sanadnya ada yang tidak saya kenal. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Adi rad dalam al-Kamil 1/303 (129) dari hadits Jabir rad, dan padanya ada Ismail bin Yahya at-Tamimi, dia seorang yang dha&#8217;if dengan lafazh:  &#8220;Barangsiapa yang mencintai suatu kaum di atas amal perbuatan mereka niscaya ia digiring di hari kiamat dalam golongan mereka&#8230;al-Hadits.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Al-Mughni karya Ibnu Quddamah (9/236).</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Al-Bukhari 3461.</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Ia menyandariakn semisalnya dalam Ihya Ulumuddin (4/401) kepada Abu Bakar as-Shiddiq.</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> HR. Abu Daud 2787 dari hadits Samurah bin Jundub rad. Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud no. 2420.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=116&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/06/10/syarat-tinggal-di-negeri-kafir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TERKADANG KITA SULIT MENGELAK</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/06/01/terkadang-kita-sulit-mengelak/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/06/01/terkadang-kita-sulit-mengelak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 03:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M. Firmansyah Dalam sebuah seminar seorang guru besar asyik memaparkan materinya dan menghidupkan suasana seminar. Saat itu, ruangan riuh dengan tepukan tangan peserta, semua sepakat bahwa si guru besar memberikan materi sangat memukau. Jam dinding telah menunjukan jam 4.00 sore, artinya waktu sholat Ashar telah dimulai beberapa menit yang lalu, sang guru besar gundah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=113&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: </strong></p>
<p><strong>M. Firmansyah</strong></p>
<p>Dalam sebuah seminar seorang guru besar asyik memaparkan materinya dan menghidupkan suasana seminar. Saat itu, ruangan riuh dengan tepukan tangan peserta, semua sepakat bahwa si guru besar memberikan materi sangat memukau.</p>
<p>Jam dinding telah menunjukan jam 4.00 sore, artinya waktu sholat Ashar telah dimulai beberapa menit yang lalu, sang guru besar gundah karena harus melewatkan sholat Ashar berjamaah. Padahal si guru besar tergolong religius di lingkungannya tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah, namun apa daya tugas dia menyampaikan materi harus melewati waktu sholat Ashar, tidak kuasa baginya untuk meninggalkan presentasi yang tengah ia sampaikan. Dia menyesal, karena hanya karena urusan ini dia harus melupakan sejenak kehadiran Allah saat Ashar menjemput.</p>
<p>Seorang doktor dibidang kedokteran, seringkali sholat pada akhir waktu karena harus menyelesaikan risetnya di laboratorium. Hari demi hari itu dilakukannya, kehidupannya dikelilingi oleh buku dan alat-alat lab, manusia memujinya sebagai seorang doktor yang sangat berbakat, waktu demi waktu terlewati hanya untuk menyelesaikan risetnya.</p>
<p><span id="more-113"></span>Seorang akademisi handal, menjadi konsultan ternama pemerintah daerah. Dia selalu mendampingi Gubernur, baik kunjungan kerja maupun rapat-rapat rutin. Tidak jarang sholat ditinggalnya, karena waktu baginya sangat berharga, kehilangan momentum berkarya (dunia) berarti kehilangan uang. Hilang sholatnya tidak apa-apa baginya, yang penting kerja kerja dan kerja.</p>
<blockquote><p><strong><em>Memang, adakalanya kita tidak bisa mengelak, atau menghindar dari urusan-urusan yang mengabaikan Allah, itulah bagian dari ujian keimanan</em>.</strong></p></blockquote>
<p>Ketika ada tamu penting atau memenuhi janji dengan manusia yang dianggap derajatnya lebih tinggi darinya, akan mudah Allah dicampakan.</p>
<p>Menjadi orang ternama, orang pintar berilmu adalah ujian yang maha berat. Karena sebelum jadi doctor, profesor barangkali tidak terlalu banyak yang dia kerjakan dan berperan dalam komunitasnya, setelah menjadi doktor pekerjaan datang menghampiri. Akhirnya mengabaikan konstelasi tauhid, melupakan kematiannya, dia selalu mengabaikan persolan-persoalan umat.</p>
<p>Ketika saudara seiman didzolimi, misalnya di Palestina, Kashmir dan ditempat lain disiksa, dibunuh oleh rejim kolonialisme tidak sedikit-pun walau hanya sekedar sedih dan menyesali. Kita lupa oleh urusan-urusan mencari dan mencari kekayaan dunia yang hanya sekejap mata ini. Jadilah kita orang yang tidak berperasaan terhadap agama ini.</p>
<p>Sudah berapa ribu professor doktor yang meninggal, dan berlalu keilmuannya bersama jasatnya yang dimakan cacing tanah. Apakah dengan itu akan menjamin untuk selamat dan menyenangkan hati Allah?</p>
<p>Maka, berbahagialah orang yang tidak punya peran dalam kehidupan dunia ini, panggilan sang raja dari segala raja selalu ditunaikannya, tidak menyianyiakan bahkan sedetikpun. Persahabatannya dengan Allah begitu erat, segala urusannya disandarkan kepada Allah semata, air matanya mengalir membasahi pipinya karena kerinduannya yang teramat dalam bertemu sang Pencipta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=113&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/06/01/terkadang-kita-sulit-mengelak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUKTI KEKUASAAN DAN DALIL KEESAAN ALLAH</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/05/26/bukti-kekuasaan-dan-dalil-keesaan-allah/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/05/26/bukti-kekuasaan-dan-dalil-keesaan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 03:02:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Hj.Mustika Makalah disampaikan dalam kegiatan DIKSUSWATI (Pendidikan Khusus IMMawati) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah NTB Pendahuluan Ahli Oceonografi dan ahli selam terkemuka asal Perancis, Mr. Jacques Yves Cousteu yang sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudra di seantero dunia, menemukan beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat sedap rasanya tidak bercampur/ tidak melebur dengan air [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=108&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hj.Mustika</strong></p>
<p><em>Makalah disampaikan dalam kegiatan DIKSUSWATI (Pendidikan Khusus IMMawati) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah NTB</em></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Ahli Oceonografi dan ahli selam terkemuka asal Perancis, Mr. Jacques Yves Cousteu yang sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudra di seantero dunia, menemukan beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat sedap rasanya tidak bercampur/ tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seakan-akan ada dinding atau <em>membrane</em> yang membatasi.<span id="more-108"></span></p>
<p>Fenomena ini bagi Cousteu terasa ganjil, aneh dan sulit diterima nalar. Sehingga mendorongnya untuk mencari tahu penyebab dari terpisahnya air tawar dari air masin ditengah-tengah lautan itu. Sampai suatu ketika, Cousteu bertemu seorang professor muslim dan menjelaskan bahwa fenomena ini telah dijelaskan oleh Al-Quran 1400 tahun yang lalu. Allah SWT Berfirman: “<em> Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding pembatas yang menghalangi</em> “ (Q.S Al-Furkan: 53).</p>
<p>Selain fenomena (Surat Al-Furkan: 53) di atas masih banyak lagi dalil Al-Quran yang membuktikan kebenarannya setelah muncul metode dan alat canggih ilmu pengetahuan di era modern sekarang ini. Pembuktian kebenaran Al-Quran dibahas tutas oleh Dr. Maurice Bucaile dalam bukunya <em>La Bible, Le Coran Et La Science</em> (Bible, Quran dan Sains Modern).</p>
<p><em> </em></p>
<p>Allah Berfirman:<em>“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka bahwa Al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Rabb engkau menyaksikan segala sesuatu” (QS. Fushilat: 53)</em></p>
<p><strong>Peningkatan Keyakinan (Iman)</strong></p>
<p>Pembenaran ilmu pengetahuan modern terhadap Al-Quran seharusnya menjadikan kita, <em>pertama </em>semakin meyakini kebenaran Islam dan kekuasaan Allah SWT secara mutlak (tanpa keraguan sedikitpun), <em>kedua</em>, meyakini kebenaran akan seluruh perkataan, janji-janji Allah yang terkandung dalam Al-Quran. Ketika Allah SWT menunjukan sebagian tanda kebesaran-Nya dan kebenaran firman-Nya, secara otomatis semua janji serta perkataan Allah dalam Al-Quran yang lain, yang belum tampak (Ghoib) adalah sebuah kepastian yang akan berlaku, terjadi. Janji akan hari pembalasan, azab kubur dan jannah adalah sesuatu kebenaran mutlak yang harus diyakini, yang tentunya akan menambah keimanan kepada Allah SWT.</p>
<p>Kendati-pun demikian, kesibukan urusan dunia menutup mata hati manusia untuk berpikir akan kebesaran Allah, sehingga suhu keimanan selalu saja menurun. Siang dan malam manusia disibukan mencari nafkah dalam rangka memenuhi hasrat kebutuhan materi, sehingga tanda-tanda kebesaran Allah berlalu begitu saja tanpa makna.</p>
<p>Mahasiswa kebanyakan kuliah tiada lain untuk mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan, sekedar mencari ijasah dalam meningkatkan pendapatannya kelak. Inilah yang dimaknai sebagai investasi bidang pendidikan, apapun dilakukan dalam rangka meraih nilai indeks prestasi yang memuaskan sehingga investasi tidak akan gagal (bekerja ditempat yang bonafit).</p>
<p>Bagi yang berotak jenius, tiada hari tanpa melakukan kajian keilmuan dunia. Dari pagi sampai malam ilmu dunia dikaji dan dipelajari tiada hentinya, dia tidak rela kalau indeks prestasinya anjlok, namun tidak perduli keimanan-Nya sedang dalam batas paling bawah. Kesibukan dalam belajar urusan dunia, mengeliminir pentingnya ilmu agama, fenomena ketauhidan tidak bermakna baginya, jadilah ia orang yang masa bodoh dengan urusan keislaman dan berbagai persoalannya.</p>
<p>Justru kejeniusannya menjadikan dia terkadang mengolok-olok perilaku syariat, sifat ketauhidan yang baginya tidak sesuai dengan akal sehat(logika) dan primitif. Sholat, puasa dan Zakat baginya cukup sebagai bekal kehidupan kelak.</p>
<p>Parahnya lagi, bagi yang berotak pas-pasan, sudah keilmuan dunia malas-malasan apalagi ilmu agama (dien), kebodohannya menggiring untuk berprilaku jauh dari nilai-nilai moral kemasyarakatan lebih-lebih moral keagamaan. Kehidupannya penuh dengan kemalasan, suram masa depan bahkan dikhawatirkan kelak akan menjadi pembela kekufuran digaris depan. Naujubillah.</p>
<p>Kegemerlapan dunia memang menjadikan manusia berlomba-lomba mencari dan menikmati kesenangan hidup. Perilaku-perilaku orang kaffir dianggap sebagai cerminan mode masa kini, baik penampilan berpakaian, budaya kemaksiatan semuanya semakin merajalela dikalangan kaum muslimin.</p>
<p>Media televisi sebagai corong kapitalisme dengan gencarnya mempromosikan gaya hidup mewah-mewahan dan perilaku kemaksiatan tersebut. Bahkan hampir seratus persen tampilan televisi jauh dari nilai-nilai syariat, khusunya dalam berpenampilan (berpakaian). Dengan demikian, perenungan akan kebesaran Allah direduksi oleh perilaku memburu kenikmatan dunia dan perjuangan meraihnya. Jadilah dia orang yang pekak dan tuli dalam urusan dien, Allah berfirman: <em>“ Sesungguhnya binatang (mahluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun” (QS. Al-Anfal:22)</em>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KeEsaan Allah</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Meyakini Ke-Esaan Allah adalah sebagai bentuk arah berperilaku, sebagai pedoman beribadah dalam keseharian. Sejatinya memunculkan ketenangan jiwa dan kepastian peribadatan. Bahwa hanya Allahlah yang berhak disembah dan dimintai pertolongan. Kita menyerahkan sepenuhnya persoalan kepada yang satu (Allah) dalam segala urusan kehidupan. Anggapan Allah memiliki anak jelas akan memunculkan kebingungan, terutama terkait otoritas tujuan dan arah peribadatan. Allah Berfirman: <em>“Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia yang menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu” (QS. Al-An`am: 101)</em></p>
<p>Kebingungan otoritas ketuhanan ini, dijelaskan dalam surat Al-Anbiya, Allah Berfirman <em>“Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan, maka pastilah keduanya akan binasa” (QS.AL-Anbiya: 22)</em>. Artinya kalau ada dua pencipta, maka akan kacaulah penciptaan tersebut.</p>
<p>Dengan demikian, patut diyakini bahwa Allah itu Wahid (satu) yang oleh para ulama dimaknai sebagai keEsaan dzat-Nya, disertai dengan keragaman sifat-sifat-Nya, bukankah Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengetahui dan sebagainya. Allah Berfirman, <em>“Tuhanmu adalah Tuhan yang Wahid, tiada Tuhan selain Dia, Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (QS.AL-Baqarah: 163) </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Mengenal Allah sutuhnya menjadi kewajiban setiap muslim, yaitu lewat tiga jalan tauhid. Tauhid Rububiyah merupakan pengakuan bahwa Allah itu Rabb segala sesuatu, pemilik, pencipta, pemberi rejeki, yang menghidupkan, mematikan, yang member manfaat, yang mendatangkan bahaya, bagi-Nya segala urusan, segala kebaikan, Maha Kuasa atas segala sesuatu dan tidak memiliki sekutu<a href="#_ftn1">[1]</a>.</p>
<p>Tauhid uluhiyah merupakan bentuk pengakuan bahwa hanya Allah saja yang disembah, tidak ada sekutu baginya, hanya Allah yang berhak atas sesuatu dan segala bentuk peribadatan seperti doa, khauf (takut), rojak (berharap), isti’anah (meminta pertolongan), bersujud dan bertawakal<a href="#_ftn2">[2]</a>.</p>
<p>Bentuk tauhid yang ke tiga adalah Asma wasifat, yaitu beriman pada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya sebagaimana yang diterangkan oleh Al-Quran dan Sunah Rasul-Nya menurut yang pantas bagi Allah, tanpa tahrif, ta’wil, ta’til, takyif dan tamsil (QS. AS-Syura: 11).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Allah SWT menerangkan tentang kekuasaan dan keEsaanNya dalam Al-Quran, itu merupakan bahan atau menjadi motivasi bagi kita untuk berfikir dan meneliti (bagi kalangan akademis), dan menjadi alat mempertebal keimanan dan keislaman kita. Di sinilah letak ketiadaan pembatas antara ilmu pengetahuan dan islam. Allah berfirman: <em>“Maka apakah mereka memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit bagaimana dia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakan. Dan bumi bagaimana dia dihamparkan“ (QS.Al-Ghasiyah: 17-20)</em>. Renungilah model-model penciptaan tersebut dalam kerangka ilmu pengetahuan.</p>
<p>Sebagai penutup, perlu sekiranya kita renungkan bahwa ditengah-tengah upaya pendangkalan akidah yang dewasa ini gencar dilakukan, makna ketauhidan, keyakinan ke Esaan Allah dan kekuasaan-Nya menjadi pemicu untuk kembali meniti jalan kebenaran, yaitu jalan Allah yang sesungguhnya. Jadikan Allah semata sebagai sandaran. Perlu terus berpikir dan memotivasi diri akan perlu selalu merenungkan kebesaran Allah dalam segala aspek kehidupan, dengan itu akan menjadi jembatan menuju ilmu pengetahuan yang membawa keberkahan Allah SWT, dan tentunya jalan keselamatan bagi kita semua.</p>
<p>Semoga banyak terlahir ilmuan yang berjiwa keislaman dan orang islam yang berpikir ilmiah akademis, sebagai upaya mengharap ridho Allah SWT. Amin</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Dalilnya dalam Al-Qur’an: QS. Az-Zumar: 62, QS.Hud: 6, QS.Al-Maidah:120, Al-Mukminun: 24-29, QS. Ali Imran: 26-27,28, QS. Lukman: 11, QS. AL-A`Raf: 54, QS.AL-Mulk: 21, QS.Fatihah: 2</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Dalilnya dalam Al_Quran: QS. An-Nahl: 36, Al-Anbiya: 25, QS. Azumar: 11, Al-Fatihah: 5 dab QS.Al-Ankabut: 16, QS. Al A`raf: 59,65,73 dan 85.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=108&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/05/26/bukti-kekuasaan-dan-dalil-keesaan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DAYA SERAP ANGGARAN SKPD</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/05/18/daya-serap-anggaran-skpd/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/05/18/daya-serap-anggaran-skpd/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 00:40:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M. Firmansyah Salah satu persoalan yang mendera banyak daerah pasca otonomi adalah rendahnya serapan anggaran birokrat di daerah. Padahal menstimulasi pembangunan terkait sarana dan pra sarana membutuhkan guyuran dana dari pemerintah daerah. Persoalan ini jelas memunculkan tanda tanya dan kekhawatiran, pertama apakah SKPD menjalankan dengan baik amanat program yang telah disusunnya, kedua daerah setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=94&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Oleh:</strong></p>
<p><strong>M. Firmansyah</strong></p>
<p>Salah satu persoalan yang mendera banyak daerah pasca otonomi adalah rendahnya serapan anggaran birokrat di daerah. Padahal menstimulasi pembangunan terkait sarana dan pra sarana membutuhkan guyuran dana dari pemerintah daerah.</p>
<p>Persoalan ini jelas memunculkan tanda tanya dan kekhawatiran, <em>pertama</em> apakah SKPD menjalankan dengan baik amanat program yang telah disusunnya, <em>kedua </em>daerah setiap tahun memerlukan guyuran liquiditas (uang tunai) dalam meningkatkan produktivitas pembangunan, karena secara teoritis masa-masa belanja SKPD akan menurunkan harga barang dan jasa (inflasi) di daerah.<span id="more-94"></span></p>
<p>Selama ini yang terjadi anggaran pemda malah parkir dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia (SBI). Penyebabnya bervariasi, mulai dari rendahnya inovasi program SKPD sampai dengan  kekhawatiran bayang-bayang kesalahan penggunaan uang, yang berujung penjara bagi pelaku kebijakan di daerah. Tentu hal ini akan berbahaya bagi keberlangsungan pembangunan di daerah.</p>
<p>Oleh karena itu, Kepala Daerah mesti memberikan jaminan dan dukungan terhadap anak buahnya, secara moral bahkan dalam bentuk produk peraturan daerah, bahwa silahkan melakukan inovasi program yang sebagus-bagusnya, kesalahan program jangan diidentikan dengan kejahatan. Sehingga tidak perlu takut salah kalau tetap <em>on the righ track</em>.</p>
<p>Ketakutan SKPD dalam menggunakan anggaran bukan tanpa alasan, sudah banyak pelaku kebijakan daerah menentap di hotel prodeo (masuk bui) bertahun-tahun karena kesalahan kebijakan. Oleh karena itu, memastikan bahwa kebijakan SKPD murni inovasi dan bukan korupsi perlu keterlibatan banyak pihak.</p>
<p>Perlu dipahami, ada banyak penyebab kesalahan program yang akhirnya merugikan pundi-pundi keuangan daerah, lebih-lebih di era ketidakpastian sekarang ini. Kalau setiap kesalahan dianggap, divonis sebagai kejahatan, atau misalnya kerugian keuangan daerah dianggap pasti adalah korupsi, yakinlah tidak akan ada yang namannya inovasi.Tanpa inovasi dan terobosan, bagaimana mengharapkan percepatan pembangunan dapat terwujud.</p>
<p><strong>Membangun Daya Saing</strong></p>
<p>Tentu kita sepakat, inovasi berhubungan erat dengan daya saing, dengan demikian meningkatkan daya saing adalah prioritas, sehingga serapan anggaran perlu teralokasi proporsional dalam meningkatkan daya saing itu. Namun perlu digarisbawahi pandangan Maha Guru MIT Prof Paul Krugman peraih nobel ekonomi tahun 2008, bahwa obsesi untuk meningkatkan daya saing daerah adalah sangat berbahaya.</p>
<p>Karena memang nyatanya <em>pertama</em> yang akan bersaing di era global ini adalah pelaku usaha bukan daerah, <em>kedua</em> dalam daya saing mengharapkan efisien, sementara efisiensi dalam dunia usaha jelas berbeda dengan efisien dalam birokrasi.</p>
<p>Dengan demikian, harapan pemerintah provinsi NTB membangun sejuta wirausaha seyogyanya perlu segera terealisir sebagai upaya peningkatan daya saing tersebut. Sehingga Schumpeter ahli ekonomi pembangunan kenamaan abat ke 18 mengungkapkan tiada pembangunan tanpa wirausaha.</p>
<p>Demikian pentingnya wirausaha, maka wirausaha seharusnya menjadi prioritas utama atau payung dari program-program lain. Artinya, program pengembangan infrastruktur, SDM harus mengacu pada peningkatan wirausaha di daerah.</p>
<p>Perencanaan pembangunan inovatif dan industri kreatif perlu keterlibatan banyak tim ahli, (maaf) bukan bermaksud mengenyampingkan peran masyarakat atau tokoh masyarakat yang terlibat dalam proses perencanaan seperti hajatan MPBM (Musyawarah Pembangungan Bermitra Masyarakat).</p>
<p>Karena yang dibutuhkan adalah bukan pembangunan sesaat, melainkan bagaimana dengan anggaran yang terbatas dapat menciptakan <em>multiplier effect</em> pada banyak sektor dengan mengakomodir berbagai faktor, tentu berdasar kajian peluang dan tantangan eksternal dan internal.</p>
<p>Nyatanya tim ahli, khususnya dari kalangan akademisi yang berperan di pemda lebih didominasi oleh orang yang terkadang bukan kapasitas keahlian yang bersangkutan. Tidak mungkin satu dua orang itu mampu mengatasi kompleksitas persoalan pembangunan di daerah sehingga sebelum menjadi tim ahli kapasitas keilmuannya mesti terfokus.</p>
<p><strong>Daya Dorong Anggaran</strong></p>
<p>Dalam konteks makroekonomi, kehadiran variabel <em>government expenditure</em> adalah dalam rangka meningkatkan pendapatan secara agregat (menyeluruh) di daerah. Artinya belanja pemerintah dapat berperan sebagai pengganti akibat kurangnya investasi dan konsumsi masyarakat, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi (kebijakan fiskal).</p>
<p>Sayangnya daya dorong variabel ini relatif kecil, karena tidak banyak program yang diupayakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sehingga praktis sedikit sekali (kalau tidak mau dibilang tidak ada) kontribusi pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerahnya. Bahkan tidak jarang kehadiran pemda malah mereduksi pertumbuhan ekonomi itu sendiri dengan kebijakan-kebijakan destruktif penyebab <em>high cost economy</em>.</p>
<p>Dengan demikian, ke depan barangkali Bapak Wagub perlu banyak berdiskusi dan berdialog dengan beberapa pakar dibidangnya. Kalau perlu di setiap SKPD perlu keterlibatan beberapa pakar dalam menentukan program-program yang tepat, memiliki nilai pengganda tinggi khususnya bagi pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.</p>
<p><em>**Penulis adalah staf pengajar FE Universitas Mataram</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=94&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/05/18/daya-serap-anggaran-skpd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PILIHAN DIANTARA DUA PILIHAN</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/05/18/pilihan-diantara-dua-pilihan/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/05/18/pilihan-diantara-dua-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 00:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M. Firmansyah Manusia dijaman ini dihadapkan pada kebingungan memilih, memilih diantara dua arah kehidupan. Tujuan maraih sebanyak-banyaknya materi, bahan bangunan kehidupan atau menaikan volume spritualitas religi. Kebingungan ini berawal dari era yang oleh Rostow dianggap sebagai fase konsumsi tinggi, yang sekarang tengah mewabah. Kehidupan yang semakin menyenangkan, memuaskan, membingungkan untuk memilih, apakah kegemerlapan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=91&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<p>M. Firmansyah</p>
<p>Manusia dijaman ini dihadapkan pada kebingungan memilih, memilih diantara dua  arah kehidupan. Tujuan maraih sebanyak-banyaknya materi, bahan bangunan  kehidupan atau menaikan volume spritualitas religi.</p>
<p>Kebingungan ini berawal dari era yang oleh Rostow dianggap sebagai fase konsumsi  tinggi, yang sekarang tengah mewabah. Kehidupan yang semakin menyenangkan,  memuaskan, membingungkan untuk memilih, apakah kegemerlapan dan kecantikan dunia  atau kehidupan kelak yang tidak mengakomodir bonafide yang sekarang  berseliweran di ruang publik.<span id="more-91"></span></p>
<p>Legitimasi, membenarkan pilihan materialistis dunia sebagai penopang religisitas  boleh saja dikedepankan, materi dunia dianggap sebagai alat spritualitas, memacu  pundi-pundi keimanan. Bukankah dengan banyak materi, banyak hal kepahalaan yang akan diraih? Oleh karenanya salah kalau dianggap kontraproduktif.</p>
<p>Namun nyatanya, pembeda materialitis dan religisitas bersifat pasti, hitam dan  putih, ada pembatas yang nyata, seperti air laut versus tawar, tidak akan  pernah menyatu. Konsekuensi memilih yang satu akan mengeleminir eksistensi yang  lain sebesar sebagian, bahkan sebesar sepenuhnya.</p>
<p>Konsekuensi memastikan pilihan jatuh pada nuansa religisitas, tentu akan mereduksi  berbagai kehidupan materialitis yang melenakan. Karena religisitas punya standar  baku , tidak mengakomodir bentuk penyimpangan walau dianggap sebagai alat stimulus materialitis  religis.</p>
<p><strong>Manusia dan Binatang</strong></p>
<p>Pembeda antara manusia dan binatang adalah pada aspek “pemaknaan”, manusia yang  hilang nalar akan pemaknaan harus iklas dianggap sebagai binatang. Karena,  manusia dikatakan manusia bila memaknai apa yang dikonsumsi, apa yang dilalaui,  dan kemana berlabuh. Implikasinya, ketika manusia hanya memikirkan konsumsi  semata tanpa ada pemaknaan kebaikan dan keburukan dibaliknya, dimana letak pembeda  manusia dengan binatang.</p>
<p>Manusia bekerja untuk berkonsumsi, sekolah untuk mendapat pekerjaan setelah itu  jadi orang kaya dan berkonsumsi lebih, seorang pengajar bersekolah tinggi  (Doktor bahkan menjadi professor) untuk meningkatkan jam mengajar, dan  memperoleh penghasilan kemudian berkonsumsi lebih, sungguh penyakit itu telah  hinggap dibanyak hati dan badan.</p>
<p>Dalam aspek konsumsi, ciri paling menonjol penyakit menyerupai binatang ini  telanjang terlihat. Bahkan seorang berpendidikan tinggi (pendidikan tinggi  duniawi),melupakan hakekat hidupnya, setidak-tidaknya sedikit mengabaikan hakekat kemana  dia akan berlabuh.</p>
<p>Kehidupannya dihiasi dengan urusan-urusan materialitis, menjadi peneliti, menjadi  pengajar, konsultan, menjadi politisi dan jabatan-jabatan tinggi lain tidak mampu menopang religisitas, menjadi bermakna “ibadah”. Tidak ada celah baginya  untuk berdiskusi masalah kehidupannya kelak, apalagi memaknai dirinya yang sesunggunya. Hari-harinya disibukan dengan mencari materi, membedah  ketauhidan dan sejenisnya adalah pembuangan energi yang menjemukan, <em>wasting time</em>.</p>
<p>Menyiapkan kehidupan kelak, hanya dianggap sebagai sisa waktu, yaitu setelah dunia  dilaksanakan, setelah urusan materialistis rampung ditunaikan. Kehidupan kelak hanya  sebatas sholat, puasa dan sekali-kali mengaji al-quran. Berkomunikasi dengan  yang menciptakan segala macam hakekat, hanya ketika dirundung duka dan  nestapa, namun lagi-lagi duka karena persoalan materi, hilang jabatan, harta  benda dan segala macamnya.</p>
<p>Menjadikan pencipta marah, karena selalu diabaikan, dianggap tiada soal. Karena  kemarahan itu, masing-masing punya intepretasi dan penafsiran, apakah tuhan marah, setengah marah atau lebih cendrung memahami ketika berbuat sesuatu  “kesalahan”. Intepratasi ini menjadi daya perusak tangguh setelah hadirnya  orang-orang yang dianggap tokoh panutan walau sesunggunya dia berhati “binatang”  menjerumuskan kebenaran yang sesungguhnya.</p>
<p>Anehnya, bagaimana bisa manusia berkeyakinan telah berbuat kebenaran, sementara  standar kebenaran itu sendiri tidak dipelajari tuntas. Lantas kapan ada waktu mempelajari itu, sementara pekerjaan keduniawian menumpuk, dari pagi  sampai malam hanya kepenatan duniawi yang menghiasi.</p>
<p>Akhirnya, kematian menghentikan segala aktifitas dan kematerialitisannya , padahal  standar kebenaran itu belum pernah didiskusikan olehnya, sehingga dia mati  membawa kesalahan, kerena ketidakpahaman akan celah kebenaran yang sesungguhnya.</p>
<p>Dia lupa bertanya pada dirinya sendiri, apakah Allah telah diperlakukan  secara adil? Apakah perilaku religinya yang pragmatis hasil pergulatan ilmu  atau hanya membebek pada rutinitas kebiasaan? Ketika berbagai jawaban pertanyaan  dianggap gagal, maka kehinaan panjang kematian akan menanti.</p>
<p>Satu yang pasti, penentuan takdir sebagai akhir kehidupan dapat dimaknai dari  indikator hati, yaitu: ketika hati merasa gundah, merasa dikejar-kejar, penuh  was-was karena perilaku dosa, kemudian merindukan teramat sangat berdialog  dengan sang pencipta, adil menyelami risalahnya maka patut disyukuri, karena mungkin takdirnya adalah ketenangan abadi kelak.</p>
<p>Patut diwaspadai, ketika hati tidak sedikitpun merespon perbuatan maksiat dan  dosa, tidak ada was-was, bahkan enjoy melakukan kejahatan, boleh jadi neraka  adalah rumahnya kelak. Alangkah sedihnya, karena dirinya dan sehelai kain kafan  yang akan terkubur dikegalapan dasar bumi. Walahu`alam.</p>
<p><em>Dosen Ilmu Ekonomi FE Unram</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=91&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/05/18/pilihan-diantara-dua-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 (Bukan) Alasan Tidak Memakai Jilbab</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/02/21/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/02/21/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 06:43:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Apr2008 Filed under: Religion, Renungan Author: Aan ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=83&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong>Apr</strong><strong>2008</strong> Filed under: <a title="View all  posts in Religion" rel="category tag" href="http://andriansyah.web.id/category/religion/">Religion</a>,  <a title="View all  posts in Renungan" rel="category tag" href="http://andriansyah.web.id/category/renungan/">Renungan</a> Author: Aan</p>
<div>
<p>ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab</p>
<p>Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama,  apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan  alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah!  Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang  menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam  beserta seluruh hukumnya.</p>
<p>Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam  Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia  akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di  Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAWW yang suci. Jadi  kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan  meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?</p>
<p>ALASAN II : Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya  melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.</p>
<p><span id="more-83"></span><!--more-->Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla  termulia, Rasulullah SAWW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; “Tiada  kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.”  (Ahmad). Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi  yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan;  “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu  pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak . . “ (QS.  An-Nisa:36). Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam  satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT.  Allah berfirman; “dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan  dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka  janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)</p>
<p>Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah  SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita  tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di  ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.  Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar  Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.<br />
ALASAN III : Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai  jilbab.</p>
<p>Saudari ini mungkin satu diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau  sebaliknya, ia seorang yang membohongi dirinya sendiri dengan  mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita  akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan  jujur. “Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa  wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa  menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim  untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak  waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di  dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk  tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah  dan kematianmu?” Bukankah Allah SWT telah berfirman; “maka bertanyalah  kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS  An-Nahl : 43). Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu.  Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab,  carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena  kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang  wanita.</p>
<p>Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam  menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan  kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan  mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman; “Barangsiapa yang  bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.  Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..”(QS.  AtTalaq :2-3). Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan  oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita  kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku.  Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan  Rasul-Nya SAWW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni.  Dengarkanlah kalimat Allah; “sesungguhnya orang yang paling mulia  diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara  kamu..”(QS. Al-Hujurat:13).Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan  mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang  sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.</p>
<p>ALASAN IV : Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat  menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya  memakai jilbab.</p>
<p>Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan; “api neraka  jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka  mengetahui..”(QS At-Taubah : 81). Bagaimana mungkin kamu dapat  membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam?  Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat tali besar untuk  menarikmu dari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka.  Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya  matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa  intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang  kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT  dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat;  “mereka tidak merasakan kesejukan didalamnya dan tidak (pula mendapat)  minuman, selain air yang mendidih dan nanah” (QS. AN-NABA 78:24-25).  Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan  ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan  kenikmatan.</p>
<p>ALASAN V : Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain  hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali  orang yang begitu.</p>
<p>Kepada saudari itu saya berkata, “apabila semua orang mengaplikasikan  logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya  pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena  mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka  akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka takut tidak  dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya.  Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan  memblokade petunju bagimu? Allah SWT menyukai ketaatan yang  berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau  dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan  sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAWW bersabda;  “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus  menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil.” Mengapa kamu saudariku,  tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali  jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir  kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah  berfirman; “maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi  orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian,  serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. AL BAQARAH  2:66). Kesimpulannya, apabila kau memang teguh petunjuk dan merasakan  manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah  SWT setelah kau melaksanakannya.</p>
<p>ALASAN VI : Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit,  jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.</p>
<p>Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab  dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan  hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak  semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi  dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami  seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga  Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah  SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan  bahkan di akhirat nanti. Allah SWT bersabda; “dan barangsiapa berpaling  dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,  dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS.  TAHA 20:124). Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari  Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang  ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak?</p>
<p>Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa  ketidak-tertutupanmu kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni,  asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan  yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor  dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka  jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula.  Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai  sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan  tersebut. Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang  didasari oleh dosa dan kebodohan.</p>
<p>ALASAN VII : Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah  SWT : “dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu  menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (QS.Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana  mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku  yang indah?</p>
<p>Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung  kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir  sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya.  Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak  mengikuti ayat : “janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang  nampak daripadanya” (QS An-Nur 24: 31] dan sabda Allah SWT: “katakanlah  kepada istri-istrimu,<br />
anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka  mengulurkan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab 33:59). Dengan pernyataan darimu  itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang  sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan  as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan  hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak  mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini? Kesimpulannya,  apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar  daripada petunjuk dan hijab?</p>
<p>ALASAN VIII : Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan  memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk  oleh-Nya.</p>
<p>Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia  lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang  dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat  bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah  mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan  sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan  usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya,  berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Tunjukilah kami jalan  yang lurus” serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah  lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan  menggunakan jilbab? Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar  serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia  pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.</p>
<p>ALASAN IX : Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk  memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan  umur dan setelah saya pergi haji.</p>
<p>Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu  kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak  mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat  kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda;  “tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya  mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat  (pula) memajukannya” (QS Al-An’aam 7:34] saudariku tersayang, kau harus  berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT; “berlomba-lombalah kamu  kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas  langit dan bumu..”(QS Al-Hadid 57:21).</p>
<p>Saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di  dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak  memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya. Allah mengatakan tentang  orang-orang yang munafik, “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang  lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka  sendiri”(QS Al-Hashr 59: 19) saudariku, memakai jilbab di usiamu yang  muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu  yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari  pembalasan nanti.Kesimpulannya, berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa  datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya  hingga esok hari.</p>
<p>ALASAN X : Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan  digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!</p>
<p>Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya  disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara  Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena  kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang  terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau,  saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata  disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetap  akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah  nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya  teman.</p>
<p>Saudariku,<br />
Jangan biarkan tubuhmu dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu  hati para pria. Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap  detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan  kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan  menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini,  akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu  lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju  kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin  dekat kepada kematian.</p>
<p>“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada  hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari  neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.  Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan” (QS  Ali ‘Imran 3:185). Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan,  saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara  mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang.  Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya  terlambat !”</p>
<p><em>Sumber oleh : Dr. Huwayda Ismaeel <em>(</em></em>http://andriansyah.web.id/religion/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/)<em><br />
</em></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=83&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/02/21/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESALAHAN DAN KEJAHATAN, PERLU KLARIFIKASI</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/02/10/kesalahan-dan-kejahatan-perlu-klarifikasi/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/02/10/kesalahan-dan-kejahatan-perlu-klarifikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 02:54:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M. Firmansyah** Orang jahat pasti melakukan kesalahan, sebaliknya orang salah belum tentu dia jahat. Dalam konteks ilmiah tingkat kesalahan seseorang sangat ditolerir, artinya ketika seorang peneliti salah dalam hasil, baik karena salah teori pendukung atau metodologis bukanlah sesuatu yang fatal. Tentu terbuka peluang untuk perdebatan. Itu dalam ranah ilmiah, yang tidak berimplikasi langsung kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=80&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Oleh:</strong></p>
<p><strong>M. Firmansyah**</strong></p>
<p>Orang jahat pasti melakukan kesalahan, sebaliknya orang salah belum tentu dia jahat. Dalam konteks ilmiah tingkat kesalahan seseorang sangat ditolerir, artinya ketika seorang peneliti salah dalam hasil, baik karena salah teori pendukung atau metodologis bukanlah sesuatu yang fatal. Tentu terbuka peluang untuk perdebatan.</p>
<p><span id="more-80"></span>Itu dalam ranah ilmiah, yang tidak berimplikasi langsung kepada kehidupan publik. Namun, bagaimana memandang kesalahan dalam ranah kebijakan publik. Tentu akan lain persoalannya.</p>
<p>Ketika pemerintah berbuat salah, apakah publik masih mentolerir publik? Atau langsung dianggap sebagai kejahatan dan harus dihukum?</p>
<p>Kalau demikian, perlu ada indikator yang jelas akan mana kesalahan yang dianggap sebagai kejahatan dan yang murni karena salah menganalisa atau memprediksi suatu kebijakan.</p>
<p>Kenapa diskusi ini perlu, agar setiap orang tidak hantam kromo, sapu rata bahwa apa-apa yang salah identik dengan kejahatan. Walaupun itu dalam ranah kebijakan publik.</p>
<p><strong>Kebijakan Ekonomi</strong></p>
<p>Terkait kebijakan ekonomi syarat dengan ketidakpastian. Kebanyakan menggunakan dasar prediksi (peramalan) sebagai alat pengambil keputusan. Dasar menggunakan prediksi adalah fenomena yang terjadi di masa silam, semua itu tergambar dalam data-data ekonomi.</p>
<p>Ahli ekonomi menganalisa secara intens perilaku data-data tersebut. Bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain, atau sekedar mengamati siklus pertumbuhannya sehingga digunakan sebagai bahan prediksi.</p>
<p>Ekonom haluan utama (<em>mainstream</em>) sangat reaktif terhadap perilaku data, walau terkadang cara pandang yang dipakai dengan menggunakan kacamata kuda, artinya bebas nilai.</p>
<p>Sama halnya dengan kasus Bank Century, dasar kebijakan LPS dan Bank Indonesia dalam menyehatkan Bank Century adalah perilaku data dan fakta yang berkembang. Yang hangat diperdebatkan adalah, apa iya masalah Bank Century menimbulkan dampak “sistemik” sehingga kebijakan yang diambil tergolong jalan yang benar, lantas kemana aliran dana itu bermuara.</p>
<p>Makna sistemik tidak perlu saya ungkap di sini, perlu topik tersendiri dalam membahasnya. Yang perlu ditilik adalah dua perbedaan cara pandang, di mana pemerintah menganggap kebijakan itu betul (implikasinya Bank Century telah sehat dan krisis ekonomi tidak terjadi), yang kedua kebijakan itu salah (oleh sebagian demonstran pelaku kebijakan dianggap maling, perampok dan kejahatan) sehingga perlu minta pertanggung jawaban. Di sinilah letak perdebatan yang tidak kunjung selesai itu.</p>
<p><strong>Kita di NTB </strong></p>
<p>Saya sangat khawatir, berita yang ditonton publik terkait kasus Bank Century berdampak pada pola pikir masyarakat kita di daerah, yaitu setiap kebijakan salah seratus persen ditenggarai pelakunya orang jahat.</p>
<p>Misalnya, pemerintah mencanangkan berbagai program unggulannya, program unggulan tersebut tentu perlu modal dan modal yang digunakan tiada lain adalah uang rakyat itu sendiri, yang akan dimintai pertanggung jawabannya kelak.</p>
<p>Ketika hasil akhir dari kebijakan itu gagal, sementara uang telah banyak diserap haruskah pemerintah dicap sebagai orang jahat. Contoh kongkrit Bandara Internasional Lombok, kalau nanti hasil multiplier efek tidak sesuai dengan harapan semula, apakah perlu dinyatakan pemerintah salah sekaligus jahat?</p>
<p>Perlu kearifan mencermati masalah ini, terkadang dengan tanpa bukti yang kuat kita langsung membunuh karakter seseorang, dengan mencapnya sebagai maling, drakula (penghisap darah), perampok dan lain sebagainya. Kita terjebak permainan politik pihak-pihak tertentu yang coba mengkeruhkan suasana.</p>
<p>Belajar dari ini semua, pemerintah daerah seyogyanya melibatkan berbagai tim pakar dan perencana independen dalam melakukan perencanaan kebijakan publik. Sehingga ketika saatnya nanti dapat dipertanggung jawabkan, yaitu bahwa perencanaan tersebut melewati uji akademis dan kelayakan yang ketat.</p>
<p>Pemerintah jangan khawatir berbuat salah dalam kebijakan yang direncanakan dan diuji kelayakannya. Karena ketika setiap kebijakan salah selalu dianggap jahat, tidak akan ada inovasi, tidak akan ada terobosan-terobosan pembangunan dan masyarakat-pun akan jalan di tempat. Pemerintah akan cendrung cari aman, melakukan rutinitas semata tanpa terobosan, akhirnya APBD tidak banyak terserap malah parkir di SBI.</p>
<p>Namun akan jadi masalah kalau perencanaan pembangunan merupakan hasil “bim sala bim”, tidak jelas indikator kerja, berdasarkan hasrat pemerintah semata bukan kebutuhan, sementara uang yang terpakai telah menggunung. Maka peluang salah menjadi jahat akan sangat besar.</p>
<p>Sedialah payung sebelum hujan, jangan sampai kesalahan itu muncul karena memang ada niat untuk berbuat jahat. Kalau itu toh terjadi, jangan khawatir, hotel prodeo akan senantiasa menanti.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>**Penulis adalah Pengajar Ilmu Ekonomi Politik, saat ini sedang merancang pembentukan Pusat Kajian Ekonomi dan Statistika FE Unram. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=80&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/02/10/kesalahan-dan-kejahatan-perlu-klarifikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKONOMI NTB 2010, MASIH JAUH DARI KUALITAS</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/25/ekonomi-ntb-2010-masih-jauh-dari-kualitas/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/25/ekonomi-ntb-2010-masih-jauh-dari-kualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 05:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/25/ekonomi-ntb-2010-masih-jauh-dari-kualitas/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M. Firmansyah (Staf Pengajar FE Unram) Bank Indonesia (BI) wilayah Mataram, memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat tumbuh sebesar enam persen.Kepala Kantor BI Mataram, H. Tri Dharma, di Mataram, Selasa, mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut secara sektoral masih bersumber dari sektor pertanian, pertambangan dan perdagangan, hotel dan restoran. Dominasi ketiga sektor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=49&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: M. Firmansyah (Staf Pengajar FE Unram)</p>
<p>Bank Indonesia (BI) wilayah Mataram, memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat tumbuh sebesar enam persen.Kepala Kantor BI Mataram, H. Tri Dharma, di Mataram, Selasa, mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut secara sektoral masih bersumber dari sektor pertanian, pertambangan dan perdagangan, hotel dan restoran.</p>
<p>Dominasi ketiga sektor itu mengindasikan perekonomian NTB 2010 belumlah berkualitas, artinya belum banyak berdampak bagi kehidupan masyarakat secara riil di daerah. Tingginya kontribusi Pertanian juga menimbulkan tanda tanya, apa benar sektor ini masih berperan dalam perekonomian NTB, mengingat penyempitan lahan pertanian akibat pembangunan perumahan cukup tinggi di daerah ini.<br />
<span id="more-49"></span><br />
Nilai tambah sektor pertambangan juga tidak banyak berdampak bagi perekomian secara agregat, karena multiplier (pengganda) dari sektor ini belum menancap kokoh sampai ke akar ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Demikian pula dengan sektor perdagangan, hotel dan restoran hanya pemilik modal saja yang menikmati maraknya pembelian masyarakat akan barang dan jasa di daerah.</p>
<p>Tantangan Kedepan<br />
Meningat free trade ASEAN-Cina telah disepakati, dalam hal ini menuntut tumbuhnya sektor-sektor kreatif yang akan menopang perekonomian NTB. Langkah paling penting adalah sedini mungkin memahami apa keunggulan NTB dan SDM apa untuk mendukung keunggulan tersebut. Kesemua itu perlu terobosan dan inovasi. Tapi sayangnya, terobosan dan inovasi yang salah menjadi dilema juga, pemerintah daerah akan dibayang-bayangi penjara karena merugikan keuangan negara.<br />
Kesalahan dalam suatu trobosan yang dapat dipertanggung jawabkan jangan dianggap sebagai kejahatan (korupsi), faktor inilah penyebab daya serap APBD rendah di daerah, anggaran daerah malah banyak parkir dalam bentuk Ssertifikat Bank Indonesia. Bagaimana menumbuhkan program kreatif?<br />
Dari aspek harga, tahun 2010 kami prediksikan akan mengalami peningkatan inflasi maksimal 7 persen. Terutama akibat dari pelaksanaan pilkada dibeberapa kabupaten dan kota pada tahun tersebut. Menjamin kelancaran pasokan menjadi langkah efektif pemerintah daerah (tim pengendali inflasi) pada bulan-bulan ke depan.<br />
Pentingnya inflasi adalah dimana Inflasi tinggi merusak daya beli, daya beli turun menyebabkan industri bangkrut, PHK tidak bisa dielakan dan kemiskinan tentu akan melonjak tinggi. (Fakultas Ekonomi Unram, 25 Januari 2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=49&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/25/ekonomi-ntb-2010-masih-jauh-dari-kualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Kalemboade&#8221; Politik</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/20/kalemboade-politik/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/20/kalemboade-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 09:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M. Firmansyah** Kata kalemboade bagi orang Bima teramat sakral, maknanya sangat mendalam. Kalemboade ditenggarai dapat menyejukan hati lawan kita berbicara. Karena kalemboade lebih dari sekedar makna sabar, ia berpadu antara permohonan maaf dan mohon kesabaran. Tapi, hati-hati kata kalemboade boleh jadi kamuflase, melegitimasi ketidakjujuran. Ketika hutang belum dibayar, kalemboade belum ada uang, katika janji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=44&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh:</strong></p>
<p><strong>M. Firmansyah**</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kata kalemboade bagi orang Bima teramat sakral, maknanya sangat mendalam. Kalemboade ditenggarai dapat menyejukan hati lawan kita berbicara. Karena kalemboade lebih dari sekedar makna sabar, ia berpadu antara permohonan maaf dan mohon kesabaran.</p>
<p>Tapi, hati-hati kata kalemboade boleh jadi kamuflase, melegitimasi ketidakjujuran. Ketika hutang belum dibayar, kalemboade belum ada uang, katika janji tidak ditepati, kalemboade ada urusan lain. Ketika amanat dan urusan tak kunjung beres, ya kalemboade saya sibuk sekali.<span id="more-44"></span></p>
<p>Kalemboade yang bermuatan tulus membentuk kesejukan sejati. Namun, membaca rekam jejak kepemimpinan dari tahun-ketahun di Bima tidak kunjung membawa angin segar, masihkah perlu rakyat menerima kata kalemboade?</p>
<p>Di sinilah kelemboade politik itu lahir. Kegagalan memenuhi janji politik, kalemboadelah yang jadi parang tangguh meluluhkan hati rakyat. Anda akan sejahtera tapi kelak dikemudian hari, untuk saat ini kalemboade dulu.</p>
<p><strong>Pemilihan Bupati</strong></p>
<p>Sebentar lagi masyarakat Bima seharusnya mempensiunkan sejenak kata kalemboade, lebih-lebih kalemboade “politik” <em>no way</em> untuk itu. Rakyat mestinya memilih Bupati yang pantang berkata kalemboade untuk rakyatnya kelak, pantang mengenyampingkan urusan rakyatnya.</p>
<p>Sebenarnya rekam jejak kuantitas kata kalemboade dari kedua calon (pak Ferry dan pak Zainul) dapat terukur jelas, karena mereka pernah memimpin kabupaten Bima. Kalau keliru lagi rakyat memilih, mau membangun daerah dengan kalemboade?</p>
<p>Kalemboade mesti berhenti, untuk berkata “Alhamdullilah” kami telah berubah, kami sejahtera. Sayangnya, calon Bupati selalu menyetel lagu lama yang diputar kembali. Kalau saya terpilih kelak masyarakat akan sejahtera, pendidikan dan kesehatan semua gratis, masyarakat akan maju dan religius. Lagu lawas yang tak semerdu dulu.</p>
<p>Setelah terpilih, kalemboade tidak ada uang, kalemboade uang banyak digunakan untuk belanja pegawai, kalemboade biar semangat kerja, pejabat harus diberi mobil baru. Urusan rakyat kalemboade nanti-nanti saja. Bagi rakyat, ya sudah mau bagaimana lagi, hidup begini-begini saja, tinggal kalemboade saja diperbesar.</p>
<p>Beberapa calon telah menyatakan diri maju dipentas kursi panas Bupati Bima, gendang perang mulai bertabuh. Di samping <em>incumbent</em> muka lama-pun kembali mencuat. Lagu lama sebentar lagi disetel menghiasi pengeras suara panggung kampanye politik, berderet janji politik siap diumbar.</p>
<p>Sebagian tim sukses yang sedikit polos dan jujur berkata, maaf itu janji terlalu tinggi, pak! bagaimana kita akan mencapainnya. Lha, apa kamu lupa dengan psikologi orang Bima yang paling ampuh? Katakan, kalemboade.</p>
<p>Perlu kecerdasan barangkali. Tugas kita semua sebagai elemen daerah untuk mencerahkan rakyat, jangan hanya dengan kalemboade mampu menghilangkan memori akan janji-janji. Kalemboade janganlah mengabaikan segala hal, membiarkan rakyat terus mengelus-elus dada. Yang dibutuhkan perbaikan hidup, bukan kalemboade. Karena kesejukan hati tidak akan mengenyangkan perut, padahal isi perut penjamin kehidupan.</p>
<p><strong>Kepemimpinan Ke Depan.</strong></p>
<p>Pemimpin (Bupati) ke depan mesti punya visi yang jelas akan kemana Bima ini bermuara, ekonomi rakyat akan diangkut kemana lagi. Harus semua terukur dan dapat terealisir. <strong> </strong></p>
<p>Berbagai diskusi dan tulisan selalu mengungkap, Bima punya berbagai macam potensi yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari pertambangan, energi matahari-pun konon dapat dihasilkan di Bima, belum lagi hasil pertanian dan perkebunannya. Tinggal bagaimana memanfaatkannya.</p>
<p>Pemimpin yang baik adalah seperti imam sholat berjamaah. Imam diikuti makmum, pemimpin menjadi suri teladan bagi rakyatnya. Jangan berkata religius kalau diri sendiri jauh dari perilaku agama.</p>
<p>Tujuan sholat berjamaah adalah mengharap pahala dari Allah, ketika imam dan makmum memahami ini maka khusulah sholat berjamaah itu. Tujuan pembangunan harus jelas, rakyat dan pemimpin harus memahami hakekat pembangunan, kalau rakyat tidak tahu hakekat pembangunan bagaimana terjadi harmoni.</p>
<p>Bisakah kita berkata kalemboade ya Allah saya tidak sholat karena sibuk bekerja. Lha, sholat itu untuk saya sendiri bukan untuk Allah, kata Allah. Dalam membangun daerah ketika kita berkata, Kalemboade saya tidak mau berpartisipasi dalam pembangungan, bukankah pembangunan itu juga untuk diri sendiri?</p>
<p>Dengan demikian, harmoni pembangunan tergantung dari pemahaman di antara rakyat dan pemimpinnya. Harus dibangun suatu kejujuran, berkata apa adanya, berbuat senyatanya. Sehingga meminimalisir kata kalemboade kelak ketika dipilih.</p>
<p>Kapanyelah seadanya, tidak perlu berjanji macam-macam. Biarlah rakyat memilih dengan kejujuran, tanpa ada lagi kepura-puraan.</p>
<p>Kalau toh kalah dalam pemilihan, setidaknya sudah jujur pada rakyat, jujur pada diri sendiri dan jujur pada yang di atas. Rakyat juga akan jujur dan khusyu berkata, kalemboade, kalemboade, kalemboade&#8230;! masih ada kesempatan di lain waktu.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>**Penulis Pengajar Ilmu Ekonomi Politik Fakultas Ekonomi Unram </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=44&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/20/kalemboade-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilema TKW Indonesia</title>
		<link>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/19/dilema-tkw-indonesia/</link>
		<comments>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/19/dilema-tkw-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 03:29:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firmansyahntb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firmansyahntb.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[TKI, Liberalisme dan Kegagalan Oleh: M. Firmansyah* Sekitar penghujung tahun 2009, nestapa tenaga kerja migran kembali menyelimuti bangsa Indonesia. Giliran Munti binti Bani 36 tahun, seorang pembantu rumah tangga yang harus tewas akibat kebiadaban sang majikan. Kejadian menimpa Munti menambah deretan kematian sang pahlawan devisa. Pahlawan yang menyumbang Rp. 6,6 triliun (Data Bank Indonesia) dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=30&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TKI, Liberalisme dan Kegagalan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Oleh: </strong></p>
<p><strong>M. Firmansyah*</strong></p>
<p>Sekitar penghujung tahun 2009, nestapa tenaga kerja migran kembali menyelimuti bangsa Indonesia. Giliran Munti binti Bani 36 tahun, seorang pembantu rumah tangga yang harus tewas akibat kebiadaban sang majikan.</p>
<p>Kejadian menimpa Munti menambah deretan kematian sang pahlawan devisa. Pahlawan yang menyumbang Rp. 6,6 triliun (Data Bank Indonesia) dalam bentuk remiten setiap tahun. Uang tersebut tentu berkontribusi nyata dalam pembiayaan pembangunan yang tengah berlangsung selama ini.</p>
<p>Namun, apa yang didapat tenaga kerja migran tidak sebanding dengan yang mereka berikan. Persoalannya memang tidak mudah. Aturan main negara tempat bekerja mau tidak mau harus ditelan mentah-mentah.<br />
<span id="more-30"></span><br />
Misalnya rancangan UU upah minimum yang diajukan pemerintah Hongkong, tidak mensertakan pembantu rumah tangga sebagai bagian dari tenaga kerja (Kompas, 10/07/09).</p>
<p>Implikasinya, tidak ada batasan minimun gaji seorang pembantu rumah tangga dalam bekerja. Boleh jadi frustrasi pembantu rumah tangga berawal dari sini, bekerja keras tanpa penghargaan yang pantas, yang kemudian menyulut emosi majikan untuk sewenang-wenang.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kegagalan Pembangunan</strong></p>
<p>Melubernya buruh migran kasar (kerah biru) menjadi cerminan bahwa pembangunan Indonesia nampaknya gagal dari arah mensejahterakan masyarakat. Setidaknya dapat dilihat beberapa faktor penyebab. <em>Pertama</em>, perekonomian dalam negeri masih relatif timpang, pelaku ekonomi masih didominasi usaha-usaha besar yang padat modal.</p>
<p>Pembangunan pro padat modal ini tecermin dari liberalisasi sektor keuangan di tanah air, dampaknya menjadikan investor lebih nyaman bermain di pasar modal, ketimbang mengguyur uang di sektor rill, mendirikan usaha baru dan membuka lapangan kerja.</p>
<p><em>Kedua</em>, transformasi sektor pertanian menuju industri terlalu cepat tanpa kesiapan yang mumpuni, penduduk sulit menyesuaikan diri merubah kebiasaan. Petani harus kehilangan mata pencaharian yang merupakan satu-satunya keahlian selama bertahun-tahun dan turun temurun.</p>
<p>Lebih ironi lagi, atas dasar efisiensi dan semangat liberalisasi pemerintah lebih memilih impor bahan pangan dari pada memberdayakan petani yang berdaya saing rendah dan tidak efisien.</p>
<p><em>Ketiga</em>, kualitas pendidikan yang jauh di bawah standar juga menjadi biang. Angkatan kerja berkualitas rendah mustahil diserap pasar kerja formal di luar negeri. Tidak juga mampu berkreasi membangun usaha sendiri di wilayahnya.</p>
<p>Kesuksesan pembangunan sejatinya melahirkan tenaga-tenaga kerja profesional. Disamping mereka dibutuhkan dalam membangun wilayah sendiri dalam berkarya juga untuk dipekerjakan ke luar negeri.</p>
<p>Philipina misalnya, mereka mendominasi tenaga kerja perawat (<em>care taker</em>) di Australia karena berbagai keahlian yang dimiliki dan dibutuhkan oleh pekerja.</p>
<p>Sama dengan Indonesia, Jepang, Malaysia serta negera maju Asia lainnya juga mempersiapkan tenaga kerja migran, namun untuk dipekerjakan di negara Amerika dan negara-negara Eropa.</p>
<p>Untuk kebutuhan tenaga kerja domestik, mereka merekrut tenaga kerja kasar dari negara yang banyak penduduk namun miskin, seperti Indonesia.</p>
<p>Dengan demikian, karut marut tenaga kerja migran Indonesia bukan hanya persoalan ketenagakerjaan semata, melainkan persoalan pembangunan bangsa secara holistik.</p>
<p>Mulai dari masalah pendidikan, kesehatan sampai budaya, mulai dari kebijakan industrialisasi, perdagangan bebas sampai perbankan menjadi satu rangkaian yang sulit terpisahkan.</p>
<p>Kebijakan liberalisasi perdagangan misalnya, menjadi taburan garam di atas luka ekonomi bangsa ini. Dengan daya saing rendah, liberalisasi akan melumpuhkan ekonomi masyarakat di segala aspek.</p>
<p>Liberalisasi mengambil alih aktifitas ekonomi masyarakat yang telah berlangsung puluhan tahun, pendapatan masyarakat merosot tajam yang akhirnya hilang kesempatan untuk bersekolah dan menjaga kesehatan diri karena tidak punya uang untuk berobat dan memelihara kesehatan.</p>
<p>Lahirlah tenaga kerja tidak produktif seperti kebanyakan TKI kita di luar negeri sekarang ini. Sebenarnya, sinilah akar persoalan ketenagakerjaan bangsa ini.</p>
<p><em>*Penulis Pengajar Ilmu Ekonomi Politik Fakultas Ekonomi Universitas Mataram</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firmansyahntb.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firmansyahntb.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firmansyahntb.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firmansyahntb.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firmansyahntb.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firmansyahntb.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firmansyahntb.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firmansyahntb.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firmansyahntb.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firmansyahntb.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firmansyahntb.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firmansyahntb.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firmansyahntb.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firmansyahntb.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firmansyahntb.wordpress.com&amp;blog=11385885&amp;post=30&amp;subd=firmansyahntb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firmansyahntb.wordpress.com/2010/01/19/dilema-tkw-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/513913ce53afdd0c9bbfab3b48be595f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">firmansyahntb</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
